Olahraga

Turnamen Sepakbola Rejoagung Cup 2026: SOBONTORO FC Meraih Juara 2

Turnamen Sepakbola Rejoagung Cup 2026: SOBONTORO FC Meraih Juara 2

Tulungagung __ Turnamen sepakbola antar desa se-Kabupaten Tulungagung, propinsi Jawa Timur. Rejoagung Cup 2026, telah menutup tirainya dengan sebuah drama yang sarat makna. Di Stadion Rejoagung, Minggu (3/5/2026), Desa Pulosari menorehkan sejarah baru dengan keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan Desa Sobontoro melalui adu penalti yang menegangkan.

Pertandingan final ini adalah cermin dari semangat kebersamaan dan sportivitas. Sejak peluit pertama, kedua kesebelasan tampil dengan daya juang yang sama-sama membara. Skor imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir menjadi bukti keseimbangan kekuatan. Namun, pada akhirnya, takdir berpihak kepada Desa Pulosari yang unggul tipis 5-4 dalam babak adu penalti, memastikan trofi Rejoagung Cup 2026 berada di tangan mereka.

Desa Sobontoro, meski harus puas di posisi runner-up, tetap menunjukkan kebanggaan yang luhur. Sementara itu, Desa Besole mengamankan posisi ketiga, melengkapi podium kehormatan turnamen ini.

Dalam sambutannya, Sodiq Afandi, S.Sos., Kepala Desa Sobontoro, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan:  

"Alhamdulillah, di tahun 2026 Sobontoro FC bisa ikut andil dalam kejuaraan rutin Rejoagung Cup yang ke-5. Pertandingan final sore ini dimenangkan oleh Pulosari FC melalui adu tendangan penalti. Saya ucapkan selamat kepada Pulosari FC. Harapan saya, melalui olahraga sepak bola, masyarakat Sobontoro semakin guyub rukun dan mampu membawa nama desa lebih harum lagi. Terima kasih kepada tim Sobontoro FC yang telah berjuang maksimal, semoga tetap semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salam olahraga."


Turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan ruang perjumpaan, tempat di mana masyarakat desa menemukan kembali nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat untuk membangun. "Olahraga adalah salah satu jalan menuju peradaban yang lebih manusiawi, karena di dalamnya terkandung nilai kejujuran, kerja sama, dan penghormatan terhadap lawan.  

Rejoagung Cup 2026 pun berakhir, namun gema semangatnya akan terus hidup, menjadi inspirasi bagi masyarakat Tulungagung untuk menatap masa depan dengan lebih optimis dan penuh persaudaraan.  ( Mualimin/ SPJ News.id )